3 Penjelasan Terkait Pitch Deck agar Startup Kamu Dipilih Investor

Apakah kalian sudah pernah mendengar apa itu pitch deck? Mungkin beberapa sudah, terutama bagi kamu seorang pendiri atau bagian dari sebuah startup. Tetapi bagi yang belum pernah dengar, tidak apa-apa, kita bakal bahas bersama ya.

Wajib hukumnya bagi startup untuk memiliki dokumen pitch deck. Kenapa begitu? Karena ini merupakan salah satu cara agar bisnis rintisan mendapatkan dana. Ingin tahu lebih dalam nggak? Oke, MySkill.id akan beri penjelasan lebih lanjut dalam artikel ini. Yuk simak!

1. Pengertian Pitch Deck

Presentasi di depan para investor (pitch deck)
Pitching bertujuan untuk mendapatkan dana dari investor

Startup pitch deck merupakan presentasi yang perusahaan rintisan maksudkan untuk mengenalkan dirinya ke investor. Kegiatan ini disebut juga dengan pitching. Powerpoint, Prezi, KeyNote merupakan media yang dapat kamu gunakan saat pitching.

Dokumen yang bagus dan informatif akan menarik perhatian para investor untuk melibatkan diri menjadi bagian dari startup dengan cara memberikan suntikan dana. Terdapat beberapa komponen penting yang harus tercantum dalam slide presentasi agar investor mendapat gambaran mengenai rencana bisnismu, sehingga presentator harus paham betul isi dari dokumen tersebut.

Baca juga: Jangan Ketinggalan! Ini 4 Strategi Marketing StartUp Agar Selalu Eksis!

2. Komponen Penting dalam Slide Presentasi Pitching

Laptop yang menampilkan presentasi untuk pitch deck
Pitching menggunakan media slide presentasi

Dokumen pitch deck biasanya terdiri dari 15-20 slide dan terdapat beberapa kerangka yang bisa kamu gunakan. Kali ini, MySkill.id akan beritahu secara singkat salah satunya yang bersumber dari Richard Harroch dari Forbes:

  1. Company Overview: Berikan gambaran secara keseluruhan mengenai startup, buatlah dalam bentuk poin-poin menarik, dan tunjukkan bahwa perusahaan dapat berkembang.
  2. Vision and Mission: Sampaikan visi dan misi, tidak perlu terlalu lama (kira-kira 15 detik).
  3. The Team: Sebutkan orang-orang penting yang ada di balik startup.
  4. Problem: Identifikasi masalah yang biasanya  target audiens alami. 
  5. Solution: Tawarkan solusi, yaitu bagaimana produk atau bisnis rintisan menyelesaikan masalah tersebut.
  6. Product: Jelaskan produk atau alasan mengapa perusahaan kamu menarik. Jika itu adalah sebuah produk, tampilkan fotonya dan jika itu adalah sebuah aplikasi, tunjukkan screenshot aplikasinya.
  7. Market Opportunity: Lakukan riset mengenai peluang pasar dari produk tersebut karena investor akan lebih tertarik pada target pasar yang besar.
  8. The Customers: Jika sebelumnya kamu memiliki pelanggan yang telah memakai produk, maka tampilkan logo customer.
  9. Technology: Tunjukkan teknologi yang sudah ada atau saat ini sedang perusahan kembangkan
  10. Competition: Sebutkan siapa saja pesaing yang bergerak pada bidang serupa dan tunjukkan apa yang membedakan perusahaan rintisan kamu dengan kompetitor lainnya.
  11. Traction: Sertakan grafik peningkatan penjualan, hal ini dapat menjelaskan bagaimana startup kamu telah mengalami perkembangan dan pencapaian tujuan awal.
  12. Business Model: Umumnya tentang bagaimana perusahaan menghasilkan uang, nilai jangka panjang pelanggan, dan lainnya.
  13. Marketing Plan: Rencanakan pemasaran yang baik untuk mengimbangi bagusnya produk yang kamu tawarkan, dapat berupa strategi pemasaran atau channels.
  14. Financials: Slide ini berbicara mengenai keuangan perusahaan, mulai dari proyeksi keuangan dalam tiga hingga lima tahun ke depan, keuntungan, pengeluaran, dan sebagainya.
  15. The Ask: Pada bagian terakhir ini, sampaikan kepada investor apa yang kamu butuhkan dari mereka, biasanya berupa dana. Lalu, jelaskan seperti apa pengalokasiannya untuk masa mendatang.

3. Do’s and Don’t Saat Investor Pitch Deck

Presentasi dilakukan dengan memerhatikan Do's dan Don't
Give your best in front of investors

Berikut MySkill.id rangkum apa yang harus kamu lakukan dan tidak lakukan terkait pitch deck:

Lakukan ini agar pitch deck kamu menarik:

  • Sertakan gambar, grafik, atau foto yang menarik.
  • Kirimkan pitch deck dalam format PDF kepada calon investor sebelum rapat.
  • Story telling, ceritakan kisah menarik mengenai ketertarikan kamu terhadap bisnis.
  • Tunjukkan tidak hanya ide, namun bagaimana kamu dapat mengembangkan bisnis tersebut sebaik mungkin.
  • Konsisten terhadap warna, font, dan gaya judul setiap slide serta tuliskan hanya poin-poin saja untuk menghindari terlalu banyak paragraf.

Hindari melakukan ini saat pitch deck:

  • Membuat slide berjumlah lebih dari 20.
  • Slide berisikan terlalu banyak kalimat.
  • Jangan gunakan jargon yang investor tidak pahami.
  • Jauhi desain pitch deck yang kuno dan tidak terbarukan, jika memungkinkan, gunakan jasa desainer grafis.
  • Hindari hanya membaca slide, karena investor dapat membacanya.

Itulah 3 penjelasan terkait pitch deck agar bisa membantu memenangkan pitching di depan investor. Mungkin terkesan cukup banyak ya yang harus kamu persiapkan, tapi percayalah persiapan yang matang akan membawa kamu pada keberhasilan yang terbaik. Jangan mudah menyerah dan good luck!  Semoga yang MySkill.id sampaikan dapat memberikan insight ya.

Berhubung baru saja membahas mengenai pitching, jika kamu tertarik untuk mendalaminya lebih jauh lagi, kelas Startup Investment dari MySkill.id adalah e-learning yang cocok untuk kamu jadikan pilihan! Selain membahas mengenai pitching, kita juga akan belajar tentang kriteria startup yang investable dan pemahaman tentang tahap pendanaannya. Sayang banget kan kalau nggak ikutan? Yuk gabung!

Editor: Valentina Yasyfa