7 Product Management Tools yang Harus Dikuasai

2 min read

Merancang konsep suatu produk adalah hal yang tidak mudah. Dahulu, software yang digunakan untuk merancang produk juga masih sangat terbatas. Namun, kita tak perlu khawatir lagi sekarang. Karena saat ini sudah terdapat banyak product management tools yang bisa mempermudah proses tersebut. Berikut adalah penjelasannya yang perlu kita ketahui:

Apa itu Product Management Tools?

Product management tools adalah software yang dapat membantu product manager menyelesaikan setiap tugasnya, salah satunya seperti memahami kebutuhan user. Selain itu, perangkat ini juga dapat memfasilitasi setiap proses perancangan produk menjadi lebih efisien. 

Seorang product manager memiliki tugas untuk mengurus kegiatan manajemen produk yang merupakan kegiatan lintas divisi. Maka dari itu, dalam menjalankan tugasnya, mereka akan bekerjasama dengan tim product analyst, marketing, dan designer. Kompleksnya tugas product manager ini akan menjadi lebih terbantu dengan adanya berbagai product management tools.

Product Management Tools

1. Aha! Roadmaps

Aha! Roadmaps adalah salah satu product management tools yang sangat bermanfaat
Aha! Roadmaps merupakan salah satu product management tools terlengkap

Aha! Roadmaps adalah perangkat yang cukup lengkap di antara product management tools lainnya. Dari pengaturan strategi, mengumpulkan feedback, hingga membuat visual roadmaps ada di dalamnya. Aha! Roadmap juga bisa terintegrasi dengan tools lainnya seperti Jira, Azure, dan Google Analytics. 

Tool ini merupakan strategy and roadmapping tool, memiliki peran yang paling penting dalam proses pembuatan produk. Jenis tool tersebut bisa membantu dalam melakukan pemetaan, serta perencanaan produk. Adanya Aha! Roadmaps akan membantu perusahaan untuk tetap berjalan pada jalurnya, guna mencapai tujuan bisnisnya. 

2. Figma

Figma adalah tool desain yang sudah tidak asing lagi
Product management tools khusus desain salah satunya adalah Figma

Walaupun seorang product manager tidak merancang desain secara langsung, tetapi mereka perlu menguji desain dari tim designer. Hal tersebut dapat dilakukan pada tool ini, Figma merupakan software kolaboratif untuk design dan testing.

Figma termasuk software yang efektif jika dibandingkan dengan product management tools khusus desain lainnya, karena mereka memiliki fitur lengkap. Bahkan, mereka mampu melakukan prototyping.

Penggunaan Figma juga bisa mempermudah kerjasama lintas tim. Di dalamnya terdapat fitur comment untuk memberikan feedback pada tim. Aksesibilitas dan transparansi dari figma juga tinggi, sehingga kita dapat melihat siapa saja yang sedang bekerja saat itu.

3. Hotjar

Product management tools yang satu ini termasuk ke dalam heatmap tool
Hotjar berperan pada proses experience testing

Selanjutnya adalah Hotjar, yaitu salah satu product management tools yang berperan pada proses user experience testing. Software ini juga termasuk ke dalam heatmap tool. Dimana dengan menggunakan Hotjar, kita dapat memahami pengunjung website serta mengumpulkan feedback dari user

Melalui Hotjar, seorang product manager bisa mengetahui recording layar user saat memasuki website-nya. Di samping itu, tool ini mampu menyajikan data persentase pengunjung yang mengklik produk dalam suatu situs. 

Hal tersebut sangat membantu manajer produk dalam melakukan tugasnya. Khususnya untuk memahami pandangan, serta pola tingkah laku user pada situs web miliknya. 

Baca juga: 5 Skill Untuk Siapkan Karir Sebagai Product Manager

4. Amplitude

Amplitude dapat memberi informasi mengenai hal apa saja yang penting dan tidaj untuk pengguna
Amplitude mampu menganalisis data kebiasaan pengguna

Tool ini dapat membantu dalam menganalisis data user behaviour. Oleh karena itu, alat ini mampu memberi informasi tentang hal apa saja yang penting dan tidak bagi pengguna. Amplitude merupakan user tracking and analysis tool.

Dalam data user behaviour ini kita bisa mengetahui kegiatan pengguna. Contohnya seperti tindakan apa yang pengguna lakukan pada suatu produk dan berapa lama pengguna menghabiskan waktunya pada situs kita. 

5. Google Analytics

Google analytics adalah management tools yang sangat familier dan banyak digunakan
Product management tools paling familier adalah Google Analytics

Nama Google Analytics sudah tidak asing lagi, sebab pengguna tool ini terbilang cukup banyak. Google Analytics termasuk salah satu analysis tools untuk product management. Mereka mampu menyajikan, mengolah, dan menganalisis data user. Jumlah bounce rate, traffic, serta demografi pengguna bisa kita ketahui melalui Google Analytics. 

Baca juga: Siklus Hidup Produk: Pengertian, Contoh dan Pentingnya untuk Bisnis

6. Google Form

Google form banyak digunakan untuk survei pelanggan
Penggunaan Google Form antara lain bertujuan melakukan survei customer

Google Form termasuk feedback and surveys tool untuk melakukan survei pada pelanggan. Guna mengembangkan dan membuat produk, perusahaan perlu mengetahui pendapat serta pandangan dari para pelanggan. Pandangan customer adalah aspek yang penting dalam mengembangkan bisnis. 

Oleh karena itu, sebuah produk bisnis tak akan berkembang jika tidak dapat memenuhi kebutuhan pelanggannya. Dari hal tersebut, dapat terlihat peran sebuah customer feedback and surveys tools dalam pengembangan produk. 

7. Trello

Product management tools yang terakhir adalah Trello
Trello sebagai project management tool mampu menopang kerjasama tim

Sebelumnya, terdapat pembahasan bahwa kegiatan manajemen produk adalah aktivitas lintas divisi yang memerlukan kolaborasi erat. Trello sebagai project management tool dapat membantu kerja sama antar tim.

Melalui Trello product manager, perusahaan bisa melakukan tracking perkembangan proses setiap proyek. Selain itu, dengan menggunakan Trello, orang dari suatu tim dapat melakukan request dan membagikan item dengan tim lainnya. Hal tersebut bisa melancarkan komunikasi.

Itulah tujuh product management tools yang perlu dikuasai. Ketahui lebih lanjut mengenai product management dengan mengikuti kelas Manajemen Produk Digital dari MySkill.id, yuk! Biaya setiap kelasnya juga sangat terjangkau, lo! Yuk, segera daftar!

Baca juga: 3 Penjelasan Terkait Pitch Deck agar Startup Kamu Dipilih Investor 

Editor: Wida Kurniasih