Start-up Unicorn di Indonesia, Bisa Tebak Siapa Saja?

1 min read

Perkembangan industri ekonomi digital di Indonesia saat ini berkembang sangat pesat. Banyak start-up di Indonesia yang menarik perhatian para investor untuk menguatkan pendaan pada sektor yang paling berpotensi. 

Saat ini, banyak start-up yang telah menembus nilai valuasi di atas US$1 miliar. Dengan begitu, start-up tersebut sudah memasuki tahapan unicorn. Siapa saja ya, kira-kira start-up di Indonesia yang sudah memasuki tahap unicorn? Penasaran? Mari simak berikut ini!

1. Gojek

Gojek merupakan salah satu start-up ride hailing terbesar di Indonesia.
https://www.pranataprinting.com/wp-content/uploads/2021/05/Sejarah-Singkat-Perusahaan-Gojek-Dan-Perkembangannya.jpg
Gojek merupakan salah satu start-up ride hailing terbesar di Indonesia.

Pertama kali mulai mengenalkan diri ke publik 2010, Gojek menjadi start-up transportasi yang berkembang dengan sangat pesat. Gojek berhasil menjadi ikon ride hailing di Indonesia dan mengalahkan kompetitornya, yaitu Grab dan Uber. Saat ini, valuasi Gojek sudah mencapai US$ 10 miliar.

Gojek juga berhasil memberikan dampak baik bagi perekonomian Indonesia dengan skala yang besar. Sekarang start-up ini sudah memiliki jutaan mitra dan aplikasinya pun sudah banyak diunduh oleh pengguna. Gojek bahkan melakukan merger dengan salah satu perusahaan unicorn Indonesia, yaitu Tokopedia.

2. Tokopedia

Tokopedia adalah e-commerce dengan valuasi terbesar di Indonesia.
https://www.tagar.id/Asset/uploads2019/1575050504675-logo-tokopedia.jpg
Tokopedia adalah e-commerce dengan valuasi terbesar di Indonesia.

Baru saja melakukan merger dengan Gojek, Tokopedia merupakan unicorn kedua terbesar di Indonesia. Perusahaan anak gabungan antara Gojek dan Tokopedia ini bernama GoTo.

Pada awal 2021, valuasi Tokopedia mencapai US$ 8 miliar . Start-up ini bergerak dalam bidang marketplace yang menghubungkan antara penjual dan pembeli secara daring.

Baca juga: 5 Start-up Decacorn dan Unicorn yang Berasal dari Indonesia

3. Traveloka

Traveloka menjajakan jasa dan produk di bidang transportasi.
https://asset.kompas.com/crops/KfeIG6rPW9Ti4OU5-yxxtix2rIA=/0x0:1200x800/750x500/data/photo/2019/07/30/5d3faae7684b5.png
Traveloka menjajakan jasa dan produk di bidang transportasi.

Selanjutnya ada Traveloka sebagai start-up unicorn ketiga yang terkenal dan berkembang di Indonesia. Pada awal 2021, valuasi Traveloka mencapai US$ 3 miliar. Traveloka bergerak di bidang layanan transportasi dan rekreasi. Kamu dapat memesan tiket, hotel, atau menyewa kendaraan melalui aplikasi ini.

Sudah ada 60 juta pengguna di Indonesia yang menggunakan jasa Traveloka. Saat ini, Traveloka juga mulai berinovasi dengan menambah layanan gaya hidup. Kamu juga salah satu pengguna Traveloka?

4. Bukalapak

Bukalapak juga menjadi e-commerce raksasa di Indonesia.
https://www.pranataprinting.com/wp-content/uploads/2021/04/Sejarah-Singkat-Perusahaan-Bukalapak-Dan-Perkembangannya.jpg
Bukalapak juga salah satu e-commerce raksasa di Indonesia.

Model bisnis Bukalapak mirip seperti Tokopedia. Bukalapak pertama kali mendapatkan status unicorn pada tahun 2017, dengan angka valuasi sebesar US$ 3,5 miliar.

Saat ini, Bukalapak sudah tersedia di Bursa Efek Indonesia. Pertama kali berdiri pada 2010, Bukalapak sudah melayani 90 juta pengguna aktif sampai saat ini.

Baca juga: Kenali 5 Sektor Start-up Paling Potensial Pascapandemi!

5. OVO

OVO merupakan salah satu start-up digital wallet di Indonesia. https://www.sukmaconvert.com/wp-content/uploads/2020/07/Ilustrasi-aplikasi-Ovo.jpg
OVO merupakan salah satu start-up digital wallet di Indonesia.

Start-up terakhir yang sudah memasuki kategori unicorn adalah OVO. Pada awal 2021, OVO mencapai valuasi sekitar US$ 2,9 miliar. Start-up ini menawarkan jasa layanan dompet digital. Aplikasinya berguna untuk keperluan pembayaran hingga investasi dengan prinsip cashless.

Lippo Group sebagai perusahaan induk meluncurkan start-up ini pada tahun 2017. Seiring berjalannya waktu, OVO kemudian menggandeng Tokopedia untuk bekerja sama sebagai platform transaksi untuk e-commerce tersebut.

Tambahan informasi, saat ini OVO dan Tokopedia sudah tidak lagi bekerja sama. Kerja sama beralih sejak merger antara Gojek dan Tokopedia.

Demikian itu tadi daftar start-up unicorn di Indonesia. Selanjutnya, apakah kamu berniat untuk membangun sebuah bisnis juga?

Melalui MySkill, kamu dapat belajar lebih banyak dalam mengenali start-up! Misalnya, kamu dapat belajar bagaimana berinvestasi dalam start-up dan mempertahankannya! Dengan begitu, kamu pun akan semakin matang mempersiapkan modal untuk membangun dan/atau berinvestasi dalam start-up bersama MySkill!

Baca juga: Mengapa Kita Harus Membangun Start-Up?

Editor: Resti Hanafiani