Tipografi dalam Desain Grafis: Ketahui Pengertian dan Fungsinya

Desain grafis merupakan aspek yang penting dalam mengembangkan sebuah brand. Terdapat berbagai unsur di dalam graphic design, salah satunya adalah tipografi. Pada kehidupan sehari-hari, hal ini bisa teman-teman temukan dimana pun. Seperti pada brosur, website, dan kemasan makanan. Sebenarnya, apa itu tipografi? Apa fungsi tipografi dalam desain grafis? Mari, kita bahas bersama-sama melalui pembahasan di bawah!

Pengertian Tipografi

Pada dasarnya, tipografi (typography) adalah seni mengatur huruf dan teks yang mengkombinasikan antara ukuran, font, serta spasi antar huruf. Seni mengenai pengaturan ini digunakan untuk memasukan dan menyesuaikan teks pada design

Hal ini akan membantu kita saat membuat sebuah konten, yang memiliki tujuan tertentu seperti promosi brand. Tipografi dapat memberi impresi pada orang-orang dan menyampaikan pesan secara efektif.

Dalam proses perancangannya, seorang designer harus memerhatikan beberapa aspek seperti pemilihan font, ukuran, penempatan huruf, body text, white space, dan masih banyak lagi.  Penentuan tersebut tak dapat kita lakukan secara asal, karena tipografi merupakan hal yang krusial di dalam desain grafis. Oleh karena itu, seorang graphic designer perlu memikirkannya matang-matang. 

Fungsi Penting Tipografi dalam Desain Grafis

Sebelumnya kita sudah mengetahui bahwa tipografi memiliki peran krusial dalam desain grafis, khususnya yang bertujuan untuk branding produk bisnis. Berikut adalah fungsi tipografi yang membuatnya penting dalam desain grafis:

1. Menarik Perhatian Audiens

Fungsi utama dari adanya tipografi dalam desain grafis adalah supaya menarik perhatian publik
Dalam desain grafis tipografi berfungsi untuk menarik perhatian publik

Typography merupakan elemen penting dalam membangun impresi audiens. Melalui sebuah teks, pesan atau informasi dapat tersampaikan secara efektif dan gamblang. Akan tetapi, durasi untuk menarik perhatian audiens sangatlah singkat. Suatu brand perlu menarik atensi dari para target customer dalam waktu yang terbatas tersebut. Oleh karena itu, typography harus dibuat unik dan eye cathcing.

Walau dilihat sekilas, teks harus memberikan sebuah impresi. Hal tersebut akan membuat pesan membekas di benak orang-orang. Sebuah teks yang mencolok akan mudah mendapat simpati dari publik. 

Tulisan akan sulit mendapat perhatian jika menggunakan font tipis dengan warna pudar. Namun, beda halnya kalau menggunakan warna terang dengan font tebal, audiens akan lebih mudah mengingatnya. 

2. Membuat Teks Lebih Mudah Dibaca

Teks yang mudah dibaca akan terasa lebih nyaman
Pengaturan huruf akan memudahkan pembaca

Melalui pengaturan huruf, sebuah teks akan lebih mudah kita baca. Pengaturan font, size, warna, tata letak, dan spasi yang sesuai akan memberi kenyamanan bagi pembaca. Selain itu, pengaturan baris seperti alignment juga berpengaruh pada tingkat keterbacaan konten.

Jika desainer salah menentukan font atau spasi, orang-orang akan sulit dan kebingungan mencerna informasi tersebut. Contohnya, jika spasi antar kata terlalu rapat, maka audiens akan kesulitan membacanya. Oleh karena itu, pastikan text yang kita tampilkan mudah terbaca.

3. Membangun Brand Awareness

Peran selanjutnya tipografi dalam desain grafis adalah untuk membangun brand awareness
Tipografi dalam desain grafis berperan membangun brand awareness

Fungsi tipografi dalam desain grafis selanjutnya adalah membangun brand awareness. Hal ini merupakan masalah yang krusial bagi sebuah bisnis untuk berkompetisi. Banyak logo brands berlandaskan pada typography. Berdasarkan fungsi ini, tidak sedikit brands yang mudah dikenali dengan cepat. Misalnya seperti Coca-Cola, Hyundai, Google, dan Disney. 

Oleh karena itu, design yang kita buat harus bisa membangun brand awareness. Logo atau tagline sebuah perusahaan harus bisa memberi impresi serta impact yang besar pada audiens, sehingga mudah diingat dalam jangka panjang. Melalui hal tersebut, orang-orang akan mudah mengenali perusahaan maupun produknya.

Baca juga: Tips Merancang Logo untuk Visual Branding bagi Pemula! 

4. Mengelompokkan Teks

Teks harus dikelompokkan agar lebih nyaman dibaca
Text hierarchy atau pengelompokan teks bertujuan menyoroti info paling penting

Kita pasti sering melihat suatu flyer berisikan teks dengan ukuran yang berbeda-beda. Orang-orang pada umumnya lebih condong membaca tulisan paling besar atau mencolok terlebih dahulu. Hal tersebut merupakan salah satu peran tipografi dalam desain grafis. Desainer dapat melakukan pengelompokkan teks ini dengan menggunakan berbagai font atau ukuran untuk heading, subheading, dan body text

Melalui pengaturan ukuran ini, desainer bertujuan mengarahkan pembaca untuk melihat informasi paling penting dahulu. Selain itu, perbedaan warna, ukuran, dan font akan memudahkan pembaca mencari informasi penting dengan cepat. 

Baca juga: Prinsip-Prinsip Dasar Desain Grafis yang Perlu Kamu Ketahui! 

5. Memberikan Karakteristik Pada Design

Beberapa karakteristik sebuah desain terjadi karena adanya tipografi dalam desain grafis
Memberi karakter adalah salah satu fungsi tipografi dalam desain grafis

Setiap jenis font memberikan pembawaan karakteristik serta arti yang berbeda-beda. Oleh karena itu, guna memberi karakter pada kontennya, desainer akan menggunakan typography. Pengaturan font bisa memperjelas konsep dan merefleksikan identitas suatu produk maupun perusahaan. 

Sebagai contoh, halaman website bisa terlihat friendly atau serius melalui pemilihan font-nya. Website berita politik untuk orang dewasa akan cenderung menggunakan font yang tegas. Berbeda halnya dengan website produk make up untuk remaja, hurufnya terlihat tidak begitu kaku dan memiliki tone warna lebih cerah. 

Melalui tulisan di atas kita bisa mengetahui pengertian serta fungsi tipografi dalam desain grafis. Keberadaanya sangat memengaruhi branding sebuah perusahaan. Branding design sendiri merupakan faktor penting untuk mengembangkan bisnis. Oleh karena itu, seorang graphic designer perlu memahaminya. Guna mempelajarinya lebih lanjut, teman-teman bisa ikuti kelas Merancang Identitas Visual Brand dari MySkill.id. Yuk, segera daftarkan diri!

Baca juga: Graphic Design: Kenali Jenis-Jenis dan Perbedaannya!

Editor: Wida Kurniasih