5 Jenis TOEFL, Ketahui Cara Belajarnya Bersama MySKill!

Sama seperti IELTS, TOEFL (Test of English as Foreign Language) adalah sebuah ujian kemampuan bahasa Inggris besutan ETS (Educational Testing Service) pada 1964. Tes ini biasanya menjadi persyaratan dan ketentuan untuk mendaftar kuliah, maupun melamar pekerjaan. Perlu teman-teman ketahui juga bahwa terdapat beberapa jenis TOEFL.

Pada dasarnya TOEFL memiliki 3 bentuk yaitu PBT, CBT, dan IBT. Namun, ada beberapa tipe lainnya yaitu, ITP dan Prediction. Kedua tipe tersebut hanya diselenggarakan dan digunakan di beberapa wilayah tertentu saja. 

Setiap jenis TOEFL memiliki perbedaan dan kegunaannya masing-masing. Sudahkah teman-teman tau perbedaan setiap jenis TOEFL dan bagaimana cara mempelajarinya? Yuk, temukan jawabannya pada pembahasan di bawah!

Jenis TOEFL

Jenis Toefl memiliki fungsinya masing-masing
Terdapat 5 jenis TOEFL yaitu PBT, CBT, IBT, ITP, dan prediction

1. Paper Based Test (PBT)

Tipe PBT merupakan tes offline atau tatap muka. Seperti ujian pada umumnya, dalam pelaksanaannya peserta harus mengisi jawaban pada kertas menggunakan pensil. Durasi yang dibutuhkan untuk pengerjaan tes ini kurang lebih selama 2 jam 30 menit. 

Terdapat beberapa section dalam PBT. Akan tetapi, mereka tidak mengujikan kemampuan speaking kalian. Beberapa ujian pada PBT antara lain terdiri dari bagian listening, structure, reading, dan tambahan writing. Skala nilai dalam paper based test ini adalah 310 hingga 677. Di samping itu, sertifikat hasilnya dapat berlaku hingga 2 tahun. 

2. Computer Based Test (CBT)

Setelah PBT, versi terlama dari TOEFL, yakni ujian berbasis komputer atau CBT mulai muncul pada 1998. Jenis TOEFL ini memiliki nilai maksimum 300. Teknologi komputer mempermudah dan mempercepat proses serta hasil test. Ada 4 bagian dalam TOEFL CBT yaitu listening, grammar, writing, dan reading. Namun, seiring berjalan waktu, CBT ini mulai terganti dengan IBT. Oleh karena itu, CBT sudah tidak digunakan lagi. 

3. Internet Based Test (IBT)

Jenis TOEFL IBT muncul sekitar tahun 2006 untuk menggantikan CBT. Ujian ini terdiri dari 4 sections termasuk reading, listening, speaking, dan writing. IBT memiliki speaking section, tetapi tidak memiliki bagian grammar atau structure. Maka dari itu, tipe ini cukup berbeda dari jenis-jenis test resmi sebelumnya, karena tidak terlalu berfokus pada grammar dan structure.

Keempat bagian tes memiliki total durasi pengerjaan kurang lebih selama 4 jam. Reading section yang terdiri dari 54-72 menit dan bagian listening 41-57 menit. Sementara, untuk bagian speaking berlangsung selama 17 menit serta writing terdiri dari 50 menit. Skala score test ini mulai dari 0 hingga 120. Hasil tesnya dapat kalian pakai guna mendaftar kuliah di dalam maupun luar negeri, serta melamar pekerjaan. Selain itu, sertifikatnya dapat berlaku selama 2 tahun.

4. Institutional Testing Program (ITP)

Setelahnya ada jenis TOEFL ITP yang biasa digunakan untuk keperluan institusi. Umumnya, lembaga pendidikan atau bahasa yang akan menyelenggarakan tes ini. Format serta struktur soalnya hampir sama dengan PBT. Pengerjaannya menghabiskan waktu sekitar 1 sampai 2 jam. Materi yang mereka uji di antaranya adalah listening, reading, dan structure and written expression. Score maksimumnya adalah 677.

Sama dengan Jenis TOEFL lainnya, hasil ujian ITP juga berlaku untuk 2 tahun dan hanya bisa kalian gunakan di dalam negeri atau bahkan hanya dalam internal lembaga saja. Oleh sebab itu, jika ingin ke luar negeri jangan gunakan tipe tes ini, ikutilah TOEFL IBT.

5. TOEFL Prediction

Berdasarkan namanya, teman-teman bisa mengetahui bahwa jenis TOEFL satu ini hanya untuk prediksi saja. TOEFL Prediction ini seperti latihan untuk persiapan sebelum menghadapi ujian resminya. Bagian dalam tesnya menyesuaikan ujian prediksi apa yang kalian ikuti, baik ITP ataupun IBT. 

Harganya lebih murah dari pada jenis lainnya. Namun, hanya berlaku beberapa bulan saja, biasanya hanya sekitar 6 bulan. Di samping itu, penggunaan sertifikatnya juga terbatas di beberapa tempat. Meskipun begitu, hasil tesnya tetap bisa kalian pakai guna melamar kerja. 

Baca juga: 5 Perbedaan TOEFL VS IELTS Ini Wajib Kamu Ketahui Loh! 

Cara Belajar untuk Menghadapi Berbagai Jenis TOEFL

Selain mengetahui jenis Toefl, kamu juga harus tahu bagaimana cara menghadapinya
Tips menghadapi berbagai jenis tes TOEFL

1. Kenali Format Tes

Sebelumnya kita mengetahui bahwa terdapat berbagai jenis ujian TOEFL. Setiap tipe memiliki struktur yang berbeda-beda. Jika sudah mengetahui struktur soal, kalian akan lebih mudah dalam mempelajari dan mengatur strategi guna mengerjakannya. Oleh karena itu, teman-teman perlu mengetahui format tes yang ingin kalian ikuti. 

2. Tentukan Tujuan dan Target Score

Mengetahui tujuan akan mempermudah kalian dalam memilih jenis TOEFL. Jika ingin ke luar negeri, berarti harus mengikuti tipe IBT. Sebaliknya, bila hanya untuk di dalam negeri maka ikutilah ujian ITP. Di samping itu, tentukan juga target score. Adanya tujuan dan target score juga membuat teman-teman menjadi lebih fokus mencapainya.

Baca juga: 6 Strategi Meraih Beasiswa S2 Luar Negeri 

3. Latihan Soal

Dengan melakukan latihan soal, teman-teman akan merasa semakin familier dengan pertanyaan-pertanyaan yang akan muncul nantinya. Melalui praktik soal, kalian juga bisa mengetahui kesalahan dan cara mengerjakannya dengan benar. Memperbanyak latihan nantinya bisa melancarkan proses pengerjaan. Selain itu, jangan lupa untuk belajar dari buku dan latihan percakapan jika mengambil tes IBT.

4. Ikuti Kursus

Selain ketiga cara di atas, teman-teman bisa mengikuti kursus bahasa Inggris khusus TOEFL. Guru dalam kursus biasanya akan membimbing kalian untuk mengerjakan soal dengan tepat, efektif, dan efisien. Hal tersebut akan membantu kalian dalam mendapatkan hasil score yang maksimal. 

Kursus ini bisa kalian ikuti secara offline maupun online. Untuk kursus online, teman-teman bisa mengikuti kelas Persiapan Tes Bahasa Inggris bersama MySkill.id. Berbagai jenis test seperti TOEFL maupun IELTS tersedia di tempat kami! Yuk, segera daftarkan diri!

Baca juga: Nilai TOEFL dan IELTS Tinggi Jadi Impian, MySkill.id Punya Tipsnya!

Editor: Wida Kurniasih