Remarketing, Memberikan Kesempatan Kedua untuk Pelanggan!

2 min read

Seseorang melakukan remarketing

Mungkin pada bingung, ketika sudah melakukan pemasaran, kenapa harus melakukan remarketing? Bedanya apa? Misalnya suatu brand sudah pernah melakukan kampanye dan mendapat respon cukup baik, peran remarketing di sini adalah untuk memaksimalkan penjualan atau meningkatkan keuntungan.

Misalnya kamu membeli sepatu pada bulan Mei melalui website A, kemudian pada bulan Agustus kamu mengunjungi situsnya kembali dan iklan tentang sepatu yang telah kamu beli itu muncul? Itulah remarketing. Tenang, biar paham lebih jauh lagi, yuk simak artikel MySkill.id ini!

1. Apa itu Remarketing?

Seseorang melakukan remarketing
Remarketing merupakan penjangkauan pelanggan sebelumnya untuk memaksimalkan penjualan

Pemasaran ulang merupakan proses menjangkau kembali orang-orang yang saat ini atau sebelumnya membeli suatu produk, mengunjungi website, dan lainnya. Tujuannya adalah melibatkan mereka untuk kembali melakukan pembelian seperti yang telah mereka lakukan sebelumnya. Hal ini karena pelanggan sudah mengetahui tentang brand atau produk tertentu tersebut. 

Remarketing biasanya menggunakan email untuk kembali berkomunikasi dengan customer. Umumnya menyoroti produk yang pernah pelanggan beli atau lihat. Selain itu juga mempromosikan produk dan layanan untuk melengkapi pembelian sebelumnya, memperkenalkan produk baru, diskon, atau juga mengingatkan bahwa customer memiliki sesuatu di keranjang belanja.

2. Jenis Pemasaran Ulang

Laptop yang menampilkan gmail
Menampilkan iklan produk kepada target orang yang berpotensi untuk membelinya

Berdasarkan bagaimana menampilkan jenis iklan, berikut MySkill.id berikan penjelasannya bersumber dari Google Ads:

  • Website visitors: Standard remarketing, yaitu menampilkan iklan kepada orang yang pernah mengunjungi suatu website dan aplikasi berjaring.
  • Dynamic remarketing: Serupa dengan website visitors, tetapi perbedaannya adalah Google menampilkan iklan yang dipersonalisasikan tergantung dari produk dan layanan apa si pengguna cari pada situs.
  • Search ads: Memunculkan iklan kepada orang yang melakukan pencarian lanjutan suatu produk melalui mesin pencarian Google setelah meninggalkan website lain.
  • Youtube users: Menampilkan iklan kepada orang yang pernah berinteraksi dengan sebuah video atau saluran Youtube tertentu.
  • Customer match: Menampilkan iklan ke email terdaftar, seperti ketika seseorang signed in Google, maka berbagai produk dapat muncul sebagai iklan.

3. Apa Perbedaannya dengan Retargeting?

Simbol tanda tanya perbedaan retargeting dengan remarketing
Remarketing menggunakan email sementara retargeting menggunakan iklan berbayar

Sebentar, sebelum membahas perbedaannya, kenali dulu persamaan kedua strategi ini. Remarketing dan retargeting memiliki tujuan yang sama yaitu target audiens mereka sama-sama telah mengetahui brand, meningkatkan hubungan dengan orang yang berpotensi untuk melakukan pembelian, serta meningkatkan brand awareness dan pengakuan terhadap merek.

Nah baru deh, sekarang kita bahas perbedaannya yang terletak pada taktik untuk menjangkau audiens. Retargeting umumnya menggunakan iklan berbayar untuk melibatkan kembali pengunjung situs atau media sosial sementara remarketing menggunakan email untuk terhubung dengan pelanggan yang pernah melakukan transaksi.

4. Remarketing vs Retargeting, Harus Pilih yang Mana?

Orang bingung memilih antara remarketing atau retargeting
Pilih salah satu oke, pilih keduanya juga tidak masalah

Masih bingung mana yang terbaik di antara mereka? Itu tergantung dari jenis segmentasi audiens. Memilih remarketing akan lebih baik jika lebih berfokus untuk melibatkan kembali pelanggan lama dan baru, tidak memiliki budget cukup, dan sudah memiliki daftar email orang-orang yang terlibat dalam pembelian.

Namun, kamu dapat melakukan retargeting jika ingin fokus menggaet pelanggan baru, meningkatkan traffic website, dan tidak memiliki daftar email target yang berpotensi membeli produk.  Kalau memilih untuk melakukan keduanya boleh nggak? Boleh, karena dua-duanya dapat memaksimalkan hasil akhir, dan tentu ketika budget memungkinkan ya!

5. Manfaat Pemasaran Ulang

Digital marketing wheel
Meningkatkan penjualan adalah tujuan utama remarketing

Setelah membahas mengenai pengertian, jenis, serta perbedaannya dengan retargeting, pasti muncul pertanyaan “apa sih manfaatnya melakukan remarketing?”. Jawaban paling top yaitu untuk meningkatkan sale. Itu saja? Nggak dong. Bersumber dari Lyfe Marketing, manfaat lain dari remarketing adalah:

  • Customer engagement: Ternyata, sebenarnya customer tidak terlalu terganggu dengan adanya ads, mereka hanya tidak mau melihat iklan yang tidak relevan. Sebanyak 77% orang melaporkan bahwa mereka menggunakan program adblocking. Sehingga, remarketing menjadi strategi ampuh untuk meningkatkan relevansi dan personalisasi iklan yang ditampilkan.
  • Convince visitors: Ada 70-96% pengunjung yang meninggalkan website tanpa melakukan apa-apa, seperti pembelian. Melakukan remarketing akan membantu untuk melacak laman tertentu yang pengunjung pilih untuk menghabiskan waktunya tanpa melakukan konversi. Misalnya ketika ada pengguna memasukkan produk sepatu ke dalam keranjang belanja tanpa melanjutkan transaksi, maka iklan mengenai produk tersebut dapat dimunculkan kembali.

Itu dia penjelasan mengenai remarketing, sedikit banyaknya sudah MySkill.id coba jelaskan. Seorang pelanggan pasti punya kesempatan kedua untuk membeli produk yang sama. Asalkan nggak jadi konsumtif ya! Tetap beli sesuai dengan kebutuhan. Ayo siapa di sini yang pernah keracunan barang lagi dan lagi akibat iklan? Leave your comment below! Semoga artikel ini dapat meningkatkan pemahaman teman-teman semuanya ya!

Tertarik sama per-marketing-an duniawi? Yuk intip kelas Pemasaran Digital ala MySkill.id. Terus, buat kamu yang ingin meningkatkan kualitas skill dan CV untuk menunjang karir, bisa banget join MySkill.id! Di sini, kami menyediakan berbagai pelatihan upskilling via e-learning dan bootcamp yang bisa kamu ikuti dengan berbagai praktisi dan cara yang menyenangkan.

Editor: Valentina Yasyfa