Saling Bersaing? Ini Dia 6 Perbedaan Facebook dan Google Ads

Sebelum kita membicarakan perbedaan Facebook Ads dan Google Ads, alangkah baiknya terlebih dahulu mengetahui pengertian dari masing-masing produk periklanan tersebut. Pertama, Facebook Ads adalah media beriklan yang ditujukan untuk pengguna platform Facebook. Sedangkan Google Ads adalah fitur iklan berbayar yang muncul pada pencarian Google.

Lalu, kira-kira apa perbedaannya? Sebab seringkali hal tersebut menjadi perdebatan dalam strategi digital advertising, terutama bagi pebisnis yang belum memiliki modal banyak. Oleh karena itu, berikut kami sajikan ulasan mengenai perbedaan Facebook dan Google Ads. Langsung saja yuk, kita simak bersama-sama!

Mau jadi Digital Marketer? Baca panduan lengkap Digital Marketing berikut.

1. Opsi Audience

Opsi penargetan Facebook dan Google Ads tidak sama
Opsi penargetan yang keduanya tawarkan itu tidak sama

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Google Ads terkenal dengan kekompleksan targeting audiencenya, sehingga dengan kata lain opsi yang muncul itu sangat banyak. Contohnya seperti In-Market, Affinity Audience, Detailed Demographics, sampai kepada opsi Custom Audience. 

Kamu juga bisa membuat targeting berdasarkan banyaknya halaman yang calon pembeli kunjungi, atau mungkin menargetkan mereka melalui aplikasi tertentu. kedua hal ini tidak bisa anda lakukan jika menggunakan Facebook Ads. Walaupun begitu, Facebook memberi penawaran yang sifatnya lebih personal. Ini tandanya layanan tersebut memiliki relevansi konteks yang lebih baik.

Mau jago Microsoft Excel? Simak panduan lengkap Excel di sini.

2. Perbedaan Facebook dan Google Ads: Format Iklan

Format iklan keduanya berbeda
Format iklannya berbeda

Oleh karena ekosistem Google jauh lebih luas jika dibandingkan dengan Facebook, maka format iklannya otomatis lebih banyak. Asetnya antara lain seperti mesin pencari, sistem operasi, framework aplikasi, dan masih banyak lagi. Sedangkan Facebook berputar pada dunia social media dan social messaging saja.

Selain itu, kamu bisa menampilkan bermacam-macam format pada Google Ads, seperti Google Ads Search, Display, Video, Catalogue, App Campaigns, dan lain sebagainya. Sedangkan Facebook Ads hanya mampu memperlihatkan 3, yaitu Catalogue, Video, dan Display.

3. Faktor Menayangkan Iklan

Pilih yang mana yang tepat untukmu, Facebook dan Google Ads
Sebelumnya pertimbangkan platform mana yang menurutmu tepat

Baca juga: Jangan Terjebak! Hindari 4 Kesalahan Campaign Iklan Google Ads

Perbedaan mendasar lainnya adalah dalam hal menayangkan iklan. Facebook menayangkan iklan berdasarkan ketertarikan, sedangkan Google menayangkannya berdasarkan intensi (dari kunjungan dan keyword), terutama apabila kamu menggunakan SEM/Google Ads Search.

Mau jadi UI-UX Designer? Cek panduan lengkap UI-UX Design berikut.

4. Perbedaan Facebook dan Google Ads: Strategi Bid

Pahami jenis iklannya agar iklanmu normal
Pahami jenis-jenisnya terlebih dahulu agar iklanmu nanti bisa berjalan optimal

Strategi bid yang Facebook berikan itu lebih sederhana ketimbang Google Ads. Total ada 4 jenis strategi bid, yaitu Lowest Cost, Cost Cap, Bid Cap, dan Target ROAS. Di sisi lain, Google menyajikan pilihan strategi bidding yang sangat kompleks dan bisa memunculkan kelebihan serta kekurangan. 

Contoh strateginya adalah Target CPA, Target ROAS, Maximize Click, Maximize Conversions, Maximize Conversions Value, Target CPV, dan lain-lain. Sehingga, kamu harus memahami satu per satu jenis strategi bidding yang ada.

5. Jaringan Penayang

Rancang perencanaan matang untuk Facebook dan Google Ads mu
Rancang perencanaan yang matang

Google Ads mempunyai jaringan penayang yang terbilang luas, ada YouTube, Gmail, Website, Maps, dan aplikasi rekanan. Sebelumnya, kamu mesti menyusun penargetan penempatan iklan agar efektif. Kemudian, kalau Facebook Ads yang mendominasi ialah ekosistemnya sendiri. Ini bermanfaat juga karena tidak perlu melakukan peraturan yang rumit.

Tertarik jadi Graphic Designer? Baca panduan lengkap Graphic Design di sini.

6. Perbedaan Facebook dan Google Ads: Sistem Laporan

Lihat informasi iklan mana yang lebih berpengaruh
Kamu tidak bisa mendapatkan informasi mana iklan yang lebih berpengaruh tanpa UTM

Keduanya telah memiliki sistem laporan yang cukup baik, hanya saja Google Ads mempunyai fleksibilitas laporan yang lebih tinggi. Mengingat bahwa layanan ini sudah mensupport auto tagging dan bisa diintegrasikan dengan Google Data Studio untuk kebutuhan visualisasi. 

Oleh karena itu, kamu tidak perlu memasang UTM Tracking, karena laporan pengunjung dari iklan sudah bisa terlihat secara jelas pada Google Analytics. Wah, patut kamu coba nih, sahabat MySkill.

Mau jadi Product Manager? Baca panduan lengkap Product Manager berikut.

Jadi, kamu mau pilih yang mana? Facebook Ads atau Google Ads? Semua itu tergantung kecocokan, lebih baik lagi jika kamu melakukan uji coba terlebih dahulu, ya, sahabat MySkill. Perbedaan Facebook dan Google Ads tadi tidak serta merta menjadikannya saling menjelekkan satu sama lain, semua memiliki kelebihannya masing-masing. Kemudian, jangan segan untuk memberikan pendapatmu pada kolom komentar. 

Selain itu, kamu juga bisa ikutan kelas online yang MySkill.id sediakan, lho, ada bahasan tentang Facebook dan Google Ads yang relevan dengan topik pada artikel ini. Jadi, tunggu apalagi, langsung gabung saja karena kamu tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam dan nantinya akan mendapat banyak pengetahuan baru. 

Editor: Theodora Beatrice Suryateja

Mari terus belajar dan kembangkan skill di MySkill

Tinggalkan Balasan